Senin, 21 Maret 2016

Dampak Korupsi Bagi Negara dan Masyarakat

Pada makna yang paling sederhana, korupsi diartikan menjadi tindakan menyelewengkan uang atau benda orang lain yang bukan sebagai haknya. Pada arti luas, korupsi diartikan menjadi tindakan menyalahgunakan jabatan untuk laba pribadi dan  digunakan menjadi upaya buat memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Tindakan korupsi di strata pemerintahan suatu negara sangat merugikan karena berpotensi meningkatnya kemiskinan di suatu negara. Selain itu, negara pula mengalami kerugian materi yg tidak sedikit. Korupsi bersifat menguntungkan diri sendiri, tetapi merugikan kepentingan awam serta negara. Di Indonesia sendiri, perkara korupsi bukan ialah hal baru. Sesuai data dari Transparency Indonesia, Indonesia menduduki peringkat 12 asal total 175 negara sebagai negara terkorup. Cukup disayangkan memang, meskipun berbagai upaya aturan telah diupayakan, nyatanya tidak bisa menyampaikan dampak jera pada para pelaku korupsi.

Sejarah Korupsi pada Indonesia

Catatan panjang ihwal korupsi di Indonesia telah dimulau bahkan sebelum Indonesia merdeka. Pada masa kerajaan, korupsi telah poly terjadi, umumnya sebab motif perebutan kekuasaan. Bahkan sejarah mengungkapkan bahwa runtuhnya kerajaan -kerajaan akbar di Indonesia seperti Sriwijaya serta Singasari dilatarbelakangi sang korupsi pada masa itu. Pada masa itu, masyarakat belum mengenal korupsi. Korupsi didominasi oleh kalangan raja serta sultan asal kerajaan eksklusif dan  lingkupnya belum menyebar ke luar kerajaan.

Di masa penjajahan, korupsi jua merajalela. Tak hanya korupsi sang sultan-sultan kerajaan, korupsi jua dilakukan oleh pejabat-pejabat pemerintahan Portugis serta Belanda yg saat itu menduduki kekuasaan pada Indonesia. Pada masa itu, pejabat-pejabat penjajah mengkorup uang korpsnya, atau mengkorup keuangan instansi pemerintahan. Di masa penjajahan, banyak jua raja yang menerapkan sistem upeti buat warga . Masyarakat harus menyerahkan mal atau pangan dalam jumlah eksklusif. Teknik tadi ternyata pula ditiru oleh pemerintahan Belanda ketika menduduki Indonesia.

Pada masa sekarang, korupsi sudah bukan hal yg baru pada lingkup pemerintahan. Korupsi adalah tindakan biasa, bahkan para pejabat beramai-ramai melakukan korupsi buat memperkaya diri. Berbagai upaya hukum sudah diterapkan, tetapi ternyata tidak mampu menyampaikan imbas jera bagi koruptor.

Akibat Korupsi

Apapun sebab, korupsi merupakan tindakan yg tidak bisa dibenarkan dipandang dari aspek manapun. Banyak kepentingan publik yg terbengkalai, pula kerugian negara yang sangat akbar akibat asal korupsi itu sendiri. Selain itu, korupsi juga menyampaikan dampak negatif di berbagai bidang yang meliputi:

1. Bidang Demokrasi

akibat dampak korupsi bagi negara yang primer merupakan pada bidang demokrasi. Bagi Anda yg pernah menjadi Dewan Pemilih tetap (DPT) saat pesta demokrasi (pemilu) berlangsung pasti pernah mengetahui yang disebut “serangan fajar”. Sejumlah calon tetentu menyampaikan imbalan uang bagi siapa saja yg memilihnya waktu pemilu, sebagai akibatnya ia terpilih menduduki jabatan tertentu. Anugerah imbalan uang tersebut sifatnya merupakan sogokan. Beberapa memang tidak menyampaikan uang buat melancarkan jalannya menduduki suatu jabatan, tetapi dia memberikan barang tertentu pada warga . Apapun bentuk sogokan yg diberikan tersebut artinya galat satu bentuk korupsi. Sayangnya, masyarakat Indonesia kebanyakan tidak cukup cerdas buat memikirkan akibat jangka panjang Bila mereka menerima sogokan tersebut.

Saya contohkan sebuah masalah ringan yg sangat acapkali terjadi saat pemilu. Terdapat 2 orang berasal wilayah yang sama yang mencalonkan diri mejadi anggota dewan perwakilan rakyat. Sebut saja A dan  B. Si A memiliki kepribadian pemimpin yg baik, mampu mengayomi, memberikan donasi buat masalah-kasus sosial yang terjadi di lingkungannya. Waktu dtk-dtk menjelang berlangsungnya pemilu, si A menggunakan cara yang jujur, sedangkan si B menyampaikan uang kepada para calon pemilih agar dia terpilih menduduki kursi dpr. Sebab para pemilih yg memilih sogokan dan  pula tidak memikirkan dampak panjang, akibatnya si B yg justru terpilih menduduki kursi dpr, padahal asal segi kemampuan, si A lebih kompeten dibanding si B. Itulah galat satu model dampak korupsi bagi berjalannya demokrasi pada Indonesia. Maka jangan galat Jika ada semboyan “Jadilah warga  yg baik Bila menginginkan pemimpin yg baik”.

2. Bidang Ekonomi

Maju tidaknya suatu negara biasa diukur dengan tingkat ekonomi negara tadi. Dan  penelitian pula sudah membuktikan, makin maju suatu negara umumnya diikuti dengan makin rendahnya tingkat korupsu negara tadi. Korupsi memang biasa terjadi di negara-negara berkembang. Maka tidak heran jua, Bila negara-negara berkembang mempunyai perekonomian yg tidak baik serta relatif tidak stabil. Bahkan pada beberapa masalah, tak jarang ditemukan perusahaan-perusahaan yg mempunyai koneksi menggunakan pejabat bisa bertahan dan  dilindungi dari segala macam persaingan. Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang tidak efisien bertahan serta justru merugikan perekonomian negara.

Para ahli ekonomi jua mengungkapkan bahwa buruknya perekonomian di negara-negara Afrika ternyata ditimbulkan sang tingginya tingkat korupsi negara tadi. Para pejabat yg korup, menyimpan uang mereka pada berbagai bank di luar negeri. Bahkan terdapat data yang mengungkapkan bahwa besarnya uang simpanan akibat korupsi pejabat-pejabat Afrika yg terdapat di luar negeri justru lebih besar  dibandingkan hutang negaranya sendiri. Maka tidak heran Jika terdapat beberapa negara pada benua Afrika yang sangat bodoh tingkat ekonomi serta jua pembangunan insfrastrukturnya, padahal Bila ditinjau dari kekayaan alam, mereka memiliki kekayaan asal daya alam yang luar biasa.

Tiga. Bidang Keselamatan serta Kesehatan insan

Anda mungkin masih mengingat robohnya jembatan Kutai Kertanegara. Masih ada masalah-perkara lain mengenai kerusakan fasilitas publik yg jua mengakibatkan korban jiwa. Selain itu, ada pula pekerja-pekerja fasilitas publik yang mengalami kecelakaan kerja. Ironisnya, insiden tersebut diakibatkan sang korupsi. Bukan rahasia Bila dana untuk membangun insfrastruktur publik adalah dana yang sangat besar  Jika dilihat dalam catatan. Nyatanya, ketika dana tadi melewati para pejabat-pejabat pemerintahan, dana tersebut mengalami potong sana-sini sebagai akibatnya dalam pengerjaan insfrastruktur tersebut sebagai minim keselamatan. Hal tersebut terjadi karena tingginya resiko yg ada ketika korupsi tadi memangkas dana sebagai sangat minim di akhirnya. Keselamatan para pekerja dipertaruhkan ketika berbagai bahan insfrstruktur tidak memenuhi baku keselamatan karena minimnya dana.

4. Bidang Kesejahteraan umum

dampak korupsi dalam bidang ekonomi lainnya adalah tidak adanya kesejahteraan umum . Anda pasti acapkali memperhatikan tayangan televisi tentang pembuatan peraturan-peraturan baru oleh pemerintah. Serta tidak jarang jua, waktu dicermati, peraturan-peraturan tersebut ternyata justru lebih memihak di perusahaan-perusahaan akbar yg mampu memberikan keuntungan buat para pejabat. Akibatnya, perusahaan-perusahaan kecil dan  juga industri menengah tidak bisa bertahan serta menghasilkan kesejahteraan rakyat awam terganggu. Tingkat pengangguran makin tinggi, diikuti dengan taraf kemiskinan yg jua semakin tinggi.

5. Pengikisan Budaya

akibat ini mampu terjadi di pelaku korupsi pula pada rakyat awam. Bagi pelaku korupsi, beliau akan dikuasai sang rasa tidak pernah cukup. Ia akan terus-menerus melakukan upaya buat menguntungkan diri sendiri sebagai akibatnya lambat laun ia akan menuhankan materi. Bagi masyarakat awam, tingginya tingkat korupsi, lemahnya penegakan hukum, akan menghasilkan masyarakat meninggalkan budaya kejujuran dengan sendirinya. Pengaruh asal luar akan menghasilkan kepribadian yang tamak, hanya peduli di materi, serta tidak takut di hukum.

6. Terjadinya Krisis agama

akibat korupsi bagi negara yg paling penting ialah tidak adanya kepercayaan  terhadap forum pemerintah. Menjadi pengamat, masyarakat Indonesia ketika ini telah semakin cerdas buat menilai sebuah kasus. Berdasarkan pengamatan, waktu ini rakyat Indonesia tidak pernah merasa puas menggunakan tindakan hukum pada para koruptor. Poly koruptor yg menyelewengkan materi pada jumlah yang tidak sedikit, namun hanya memperoleh hukuman tidak seberapa. Akibatnya, masyarakat tidak lagi percaya pada proses aturan yg berlaku. Tidak sporadis jua rakyat lebih suka  main hakim sendiri untuk menuntaskan sebuah kasus. Hal tadi sebenarnya adalah keliru satu pertanda bahwa rakyat Indonesia sudah tak percaya dengan jalannya hukum, terutama menggunakan berbagai tindakan yg diambil sang pemerintah dalam menangani perkara korupsi.

Aneka macam masalah korupsi yang terjadi di Indonesia memang sangat memprihatinkan. Berbagai faktor mampu menyebabkan korupsi itu terjadi. Langkah yang paling tepat artinya mempunyai pencerahan untuk diri sendiri terlebih dahulu. Pencerahan buat mengutamakan kejujuran akan mencegah kita melakukan hal-hal negatif mirip korupsi. Selanjutnya, kebijakan buat memperbaiki mental bangsa, juga memperbaiki kebijakan hukum akan membangun negara yg bebas korupsi.

Selasa, 10 November 2015

Senin, 09 November 2015

Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri tak lantas gencar mencari akun-akun media sosial yang menyuarakan ujaran kebencian.

“Tidak, tidak gencar, biasa saja. Berjalan seperti biasa saja kok,” ujar Rachmad kepada Kompas.com di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/11/2015). 

Ia mengungkapkan, setelah SE tersebut, perubahan paling menonjol adalah pola penanganannya. Jika polisi mendapatkan laporan atau menemukan bentuk ujaran kebencian, tidak langsung memprosesnya.

“Kami panggil dulu, kami jelaskan dampak hukumnya apa. Kalau kamu berkata begini, bisa terjerat. Intinya edaran ini mengedepankan tindakan preventif agar ujaran kebencian itu tidak merembet ke mana-mana,” lanjut Rachmad. 

Mengenai pemahaman penyidik mengenai kata atau kalimat yang dikategorikan sebagai ujaran kebencian, menurut dia, personel kepolisian sudah cukup paham soal itu. Akan tetapi, harus dilakukan sosialisasi lanjutan mengenai kategori ujaran kebencian.

“Seperti arahan Kapolri kemarin, sepertinya akan ada sosialisasi kepada penyidik lagi,” ujar Rachmad. 

Rachmad menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan opini bahwa edaran itu adalah bentuk pembungkaman terhadap aspirasi masyarakat. Menurut Rachmad, selama yang dilontarkan tidak mengandung ujaran kebencian sesuai yang diatur di edaran, maka tak perlu ditakutkan.

Kamis, 15 Oktober 2015

Pengulangan

 int harga1 = 5000,
            harga2 = 3500,
            harga3 = 4000,
            jumlah = 0;
           
        double diskon = 0, total = 0;
           
        String loop,
               pilihMenu = "";
        System.out.println("------------------------------------");
        System.out.println("|                Menu              |");
        System.out.println("------------------------------------");
        System.out.println("|  1. kopi              : Rp 4000  |");
        System.out.println("|  2. telur             : Rp 3500  |");
        System.out.println("|  3. minyak            : Rp 5000  |");
        System.out.println("------------------------------------");

        Scanner scan = new Scanner (System.in);

        for (loop = "Y"; loop.equals ("Y") || loop.equals ("y");){
        System.out.print("Pilih Menu (1 s/d 3)    : ");
        int pilihan = scan.nextInt();

        switch(pilihan){//penyeleksian menggunakan switch case
    case 1://case 1 = apabila usr memilih menu nomor 1
            System.out.println("Anda memilih kopi    : Rp 4000");
            System.out.println("Jumlah sachet          : ");
            jumlah = scan.nextInt();
            pilihMenu = "Beras "+pilihMenu;
           
            total = total + (harga1*jumlah);
            break;
     case 2:
            System.out.println("Anda memilih telur : Rp 3500");
            System.out.println("Jumlah barang (Kg)    : ");
            jumlah = scan.nextInt();
            pilihMenu = "telur "+pilihMenu;
            total = total + (harga2*jumlah);
     break;
     case 3:
            System.out.println ("Anda memilih minyak :Rp 5000");
            System.out.println ("Jumlah liter    :       ");
            jumlah = scan.nextInt();
            pilihMenu = "minyak "+pilihMenu;
            total = total + (harg3*jumlah);
   
    default:
            System.out.println("Sorry, input menu yang anda masukkan tidak sesuai");
            }

        System.out.print("Ada lagi yg akan dipesan? (Y/N) : ");
        loop = scan.next();
        }
        System.out.println("Menu yang anda pesan adalah              : "+pilihMenu);
       
        if (total >= 200000)
            diskon = 0.15;
        else if (total >= 100000)
            diskon = 0.1;
        else if (total >= 50000)
            diskon = 0.5;
       
        if (jumlah >= 50)
            diskon = diskon + 0.5;
        System.out.println("Diskonnya Sebesar ="+diskon);
        System.out.println("Senilai Rp."+total*diskon);
        total= (total-(total*diskon));
   
        System.out.println("Terimakasih, total yang harus anda bayar : Rp " +total);
    }
    }
   

Selasa, 29 September 2015

Menghitung Harga Diskon Menggunakan Metode Scanner pada NETBEANS

Jangan Lupa untuk Import scannernya dulu.
caranya :
" import java.util.Scanner;" << Terletak di atas public class



public static void main(String[] args) {

      Scanner sc = new Scanner (System.in);
      
        int hb, jml, tot, db,diskon=0;
      
        System.out.println("Masukkan Harga Barang :");
        hb = sc.nextInt();
        System.out.println("Masukkan Jumlah Barang :");
        jml = sc.nextInt();
        tot = hb * jml;
      
        if (tot>=200000){
            diskon = tot-(tot*15/100);
            System.out.println("Diskon 15% total bayar anda = Rp. "+diskon);
        }else if (tot>=100000){
            diskon = tot-(tot*10/100);
            System.out.println("Diskon 10% total bayar anda = Rp. "+diskon);
        }else if (tot>=50000){
            diskon = tot-(tot*5/100);
            System.out.println("Diskon 5% total bayar anda = Rp. "+diskon);
        }
      
        if (jml>=50){
          
            db= (diskon-(diskon*5/100));
            System.out.println("Diskon tambahan 5% total bayar anda = Rp. "+db);
        }
    }

Sebagai Contoh Hasilnya:

Selasa, 22 September 2015

Java Scanner




package yasin;

import java.util.Scanner;

public class Yasin {

    public static void main(String[] args) {
        Scanner sc = new Scanner (System.in);
       
        int total;
        System.out.println("Masukkan Jumlah : ");
        int jumlah = sc.nextInt();
        System.out.println("Masukkan harga : ") ;
        int harga = sc.nextInt();
        System.out.println("Total : ");
        total = harga * jumlah ;
        System.out.println("total = Rp. " + total);
    }
}